[FICLET] Dear ― ARRYLEA’s VERHAAL

dear

A fan fiction with,
Life featuring Romance sense.
Staring by Biased and You.
Someone’s Point of View.
PG-13 for rating.

DISCLAIMER

Cerita fan fiksi ini murni milik saya yang kebetulan sedang lancar berimajinasi. Anggota yang disebut miliknya sendiri dan karakter lain adalah milik saya. Ini hanyalah sebuah fan fiksi, bukan untuk laba fan work. Jika ada kesamaan nama, cerita, waktu dan tempat harap maklum karena faktor ketidak sengajaan. Segala upaya penjiplakan harap dipikir dua kali karena ide tidak muncul sembarang dan semudah copy-paste. Terimakasih.

⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛ Selamat Membaca! ⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛

o

DEAR
ARRYLEA’S

o

            Menjadi bagian hidupnya adalah hal yang paling menyenangkan walaupun ‘dia’ yang selalu kupuja tak pernah tahu seberapa besar cinta yang kumiliki. Terkadang, aku sering berpikir akan sampai kapan terus-menerus mencintainya? Aku belum pernah menemuinya, belum pernah bertegur sapa dengannya, apalagi saling mengenal. Aku tak pernah melakukan itu. Aku tak pernah mengerti, kenapa aku mencintainya hingga seperti ini. Semuanya tetap menjadi pertanyaan paling misterius dalam hidupku semenjak aku mengenalnya. Menangis untuknya aku rela lakukan ketika ia juga menitikkan air mata,  mengkhawatirkan setiap lika-liku kehidupannya yang begitu dipenuhi jadwal, bahkan marah pada siapa saja yang mengganggunya. Aku masih tak mengerti, cintaku sebesar apa sebenarnya?

Setiap hari aku selalu memandanginya. Memperhatikannya dari kejauhan yang jelas tak mungkin pernah bisa terjangkau. Setiap hari aku selalu merindukannya. Setiap hari juga aku selalu haus akan senyumannya yang manis. Dan aku masih tidak mengerti, kenapa aku mencintainya hingga sebesar ini? Sebenarnya siapa dia? Berbicara dengannya saja tidak pernah, tapi aku merasa dekat dengannya. Seperti teman lama tak jumpa bertahun-tahun. Setiap malam aku rela tidur larut hanya untuk melepas rindu memandangi fotonya yang terpajang di kamar. Dia seperti racun yang sekaligus obat. Dia menjadi racun ketika aku tak memperdulikannya, seolah-olah mengubah hidupku jika tanpanya. Tapi dengannya juga seolah menjadi obat kekosongan.

Sampai saat ini, dia selalu mengisi pikiranku. Mengubahnya sedikit demi sedikit menjadi tentangnya. Dia benar-benar racun yang menyejukkanku. Ribuan waktu yang kulalui bersamanya adalah hal terindah yang pernah kurasakan dan aku tak menyesal karena itu. Aku bersyukur menjadi bagian dari hidupnya walau terdesak tak terlihat lantas mengabur. Aku benar-benar senang mengenalnya. Andai saja dia tahu, sebesar apa cintaku untuknya, sebesar apa rindu yang selalu kupendam selama ini padanya. Akankah ia membalas semua perasaanku ini? Akankah ia berterimakasih atas rasa? Ah tidak, aku tak butuh rasa terimakasihnya. Karena aku mencintainya tanpa pamrih, bahkan aku tak peduli jika ia malah membenciku karena rasa ini.

Tapi apa perasaan ini salah? Apa perasaan ini begitu menganggu? Maaf jika begitu. Aku sendiri tak pernah tahu bagaimana cara menghilangkan perasaan ini darimu. Aku tak tahu bagaimana caranya kau bisa menjadi bagian paling berharga dalam kepingan hidupku. Aku tak tahu bagaimana kau merubah segala aspek yang sudah kokoh ini menjadi hancur. Aku hancur mencintaimu. Tapi denganmu juga aku membangun aspek yang baru. Yaitu menjadi pendampingmu adalah hal yang paling aku harapkan dari apapun. Aku tak butuh jabat tanganmu, aku tak butuh senyumanmu, aku tak butuh hubungan pertemanan, aku butuh kau sebagai tempatku bersandar terakhir kali. Tapi akankah itu terjadi? Akankah itu menjadi kenyataan melihat bagaimana kau diperebutkan oleh banyak orang?

Aku bagai kentang kecil diantara tumpukan berlian yang lebih bersinar. Kau tak mungkin pernah melirikku. Tak akan pernah. Tapi setidaknya, aku mohon. Jika memang kau bisa membuatku jatuh cinta, tak bisakah kau mengajarkanku bagaimana caranya melupakanmu? Menghilangkan perasaan tak karuan dan tak waras ini dari hati yang hampir gila. Kau menganggu, tapi aku membutuhkanmu.
Bagaimana bisa kau begitu berarti dalam hidupku yang baru saja kukenal? Ini aneh, ini tidak wajar. Tolong bantu aku pergi dari jerat cinta dan bayang-bayangmu. Aku memohon padamu.

Terkadang, ada saat dimana aku berpikir panjang diantara pilihan yang rumit. Haruskah aku pergi darimu? Haruskah aku berhenti mencintaimu? Haruskah aku melupakan semua tentangmu? Biar aku menemuimu satu kali saja, biar aku memelukmu satu kali saja, dan biar aku menciummu satu kali saja untuk menunjukkan pada dunia bahwa aku mencintaimu lebih dari apapun. Perasaan ini menggila, kau tahu? Semakin sering aku memandang wajahmu dalam figura, semakin menggebu detak jantung yang terasa. Mengapa mencintaimu sebesar ini? Mengapa obsesi memilikimu sebesar ini? Padahal kau sendiri pasti memiliki seseorang yang lebih berarti disana. Seseorang yang bisa bebas memeluk dan menciummu kapan saja semaunya. Aku juga ingin dicintai olehmu. Tapi kenapa giliranku selalu terhalang orang lain?

Apa karena aku tak menarik? Apa karena aku tak mampu terlihat oleh matamu? Atau jangan-jangan kaulah yang buta? Ini menyakitkan. Perasaan ini menyiksa sekaligus membahagiakan. Dan aku sudah bilang berkali-kali hingga bosan, ini aneh!
Aku mohon, bisakah kau tinggal bersamaku saja? Dan membiarkannya bersama orang lain? Aku juga membutuhkanmu disini. Bukan hanya dia. Tapi aku yakin kau akan menolak. Aku yakin kau akan memilih dia. Lantas apa lagi harapan yang aku mau? Semuanya telah musnah ditelan cinta butamu.

Dear bias, aku mohon. Aku mencintaimu jauh dari dasar palung hati yang dalam. Kau adalah secerca harapanku. Jangan pergi. Tetaplah disini. Tetaplah menghiburku walau aku tahu kau berusaha keras untuk melakukannya. Aku akan tetap menangis jika suatu saat melihatmu bahagia bersama orang yang kau cintai. Jahat dan tidak memiliki hati, aku mungkin seperti itu. Tapi apa kau juga memikirkan perasaanku yang bertahun-tahun lamanya mencintaimu yang tak pernah mengenalku? Aku terkena penyakit delusi karenamu. Tapi ini bukan salahmu. Bukan. Ini salahku yang terlalu berharap. Tak apa, kau pantas bahagia. Aku hanya tinggal menunggu kebahagiaan itu datang padaku suatu saat nanti. Walau bukan denganmu.

Sincerely,

Orang yang mencintaimu tanpa perlu kau tahu siapa aku. (Fans)

ARR’s NOTE

Sebenernya mah ini teh bukan ff da-_- lebih tepatnya mah kek surat gitu lol wkkw. Tapi biarin atuh ya masukin we jadi kategori ff absurd :’v
Maklum ini th pas bikinnya lagi galau gara-gara apa cik? Lagunya Mphi – Hug Me. Deuh ni baper-_- jadi we ane kepikiran bikin ff ginian. Geje ya? Heeh baelah pek we:(

Thanks for reading!💕🙈😂

Advertisements

12 thoughts on “[FICLET] Dear ― ARRYLEA’s VERHAAL

      • Cik atulaaah, Ruuum … baper yeuh 😭
        Asli lah Rum ngejleb pisan ieu mah 😭😭
        Why kamu berhasil membuatki semakin terperosok ke dalam lembah kesedihan setelah baca curhatan(?) Ini? 😭😭😭 #baperedisishubuh #nangis #nangisalajomblo #nangisdibahuhanbin
        Kamu terlalu pinter ngeracik(?) Kalimatnya, Rum. Haduuuh, otoke otoke otoke? Aku baper sekaliii :”3
        Keep writing, Rum! Awas aja kalau macem2 sama Yungi, entar Yungi-nya aku sunatin massal bareng Bobby /dibalang Arum/ 😂😂😂😂

        Liked by 1 person

      • Apalah arti typo:”” wkwkwk kalem kalem kak matakan ih Bandung lega keneh da dipake konser EXO :v

        Ih ka.. Wkwk. Aku ga ada niatan bikin baper shubuh-shubuh ih ya lord wkkw.
        Ini mah asli curhatan dari hati bener-bener curhat kek biasa kaya di buku diary gitu:( ga ada bumbu-bumbu kalimat diksi yang biasa dipake para senpai dan kak isan di ff:’v ini terlalu BIASA untuk disebut WOAH kakisan plis aku merasa malu:’) wkwk.

        Hehe. Makasih kak isan sempetin baca:’) terhura kak isan selalu ngomen apapun yang aku post sedangkan aku belum pernah ngomen di kakisan /efek jarang liat tl reader. Maaf ya deepbows kusayang kaisan /eak.

        Btw…
        BOOBY NUGUYAA?! Wkwkwkwkkwk :v

        Liked by 1 person

      • WHAAA WHAAAA BALANGIN SENDAL OHSEH BARU TAU RASA LOOOH :”) SENPAI KOK TERIAK SENPAI(?) :”””3
        iyaaaa sama2 arrum, kirimin aja si Jalapeno buat nemenin ngabururit nanti, okeh? :’>

        Liked by 1 person

      • SEBELUM DIBALANGIN SENDAL OHSEH AKU UDAH CURI SENDALNYA DULUAN DIJADIIN PAJANGAN DIRUMAH KAKISANN :3 wkwkw.
        Apaih aku mah belum senpai :(((((( suka merendahkan diri kakisan mah:(
        JALAPENO TH SAHA DEUI ATULAH :” wkwkw.

        Liked by 1 person

Mind to Review?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s