[BAG 2] Rock On! Kuki’s ― ARRYLEA’s VERHAAL

A fan fiction with,
AU!, Romance sense, School-life and Family stories
Staring by Jeon Jungkook’s of BTS & Kim Yerim’s of Red Velvet
Author’s Point of View.
T for rating

DISCLAIMER

Cerita fan fiksi ini murni milik saya yang kebetulan sedang lancar berimajinasi. Jeon Jungkook dan Kim Yerim miliknya sendiri, disini saya hanya meminjam namanya. Ini hanyalah sebuah fan fiksi, bukan untuk laba fan work. Jika ada kesamaan nama, cerita, waktu dan tempat harap maklum karena faktor ketidak sengajaan. Segala upaya penjiplakan harap dipikir dua kali karena ide tidak muncul sembarang dan semudah copy-paste. Terimakasih.

2017© ARRYLEA’s Presents All Rights Reserved ―
Has been published too at WATTPAD
Jungri edit manipulation by @btsvelvet_chu. Sorry for hidden ur mark. But i’m sure that photo edit is yours. I’m just add and edit the title-cast-pen name. Thank you @btsvelvet_chu!

SINOPSIS

Jeon Jungkook naksir berat Kim Yerim. Anak kelas 10-3 di sekolahnya yang jauh dari predikat kata HITS SG. Tapi Jungkook tak peduli, dia bersikeras tetap mencari perhatian si imut Yerim sampai gadis itu jengah dan ingin pindah sekolah. Padahal, Yerim mati-matian masuk SMA Seoul Global demi mendapat pujian abangnya, Kim Seokjin.

Parahnya lagi, Namjoon, yang notabene sebagai kekasihnya Yerim itu malah cuek bebek dengan adegan pernyataan cinta yang sering Jungkook ungkapkan tanpa pandang bulu. Benar-benar memalukan! Yerim makin keki. Menyesal kenapa dulu mau menerima Namjoon sebagai kekasihnya yang sudah jelas adalah seorang model dan sahabat kakaknya.

How Yerim can deal with them? Broke up with Namjoon and try to make a new love journal with Jungkook? Or stay with Namjoon whatever he does and act like don’t give a shit to Jungkook?

⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛ Selamat Membaca! ⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛

o

Rock On! Kuki’s
ARRYLEA’S

o

Hampir seluruh pasang mata di lapangan hanya fokus pada bola yang di dribble ke sana ke mari oleh para pemain. Teriakan demi teriakan terus menggema ke seluruh penjuru tanah lapang tempat bermain bola pantul itu, terutama ketika para pemain dari anak Hits SG yang memimpin permainan. Tak ayal seluruh anak perawan berteriak girang karena melihat kerennya ke-enam pria tampan yang meluncur bermain bersama timnya. Yang jelas, ketika bola digiring oleh Koe Junhoe, kemudian dialihkan pada Mingyu, dilempar ke arah Jeon Jungkook dan berakhir di tangan si tampan Yugyeom dengan gaya lay up shoot andalannya, sorak sorai semakin tidak terkontrol.

“Sut! Tiga poin, Mabro!” teriak Yugyeom girang. Lelaki itu baru saja telak memasukkan bola ke dalam ring lawan—tentunya dengan gaya lay up shoot sebagai kartu jokernya. Yang mana langsung membuat para penonton berteriak histeris. Ditambah fanservice wink with flying kiss dari lelaki itu yang langsung membuat para fangirl naas di sisi lapangan seketika.

Jeon Jungkook menarik Yugyeom ke dalam rangkulannya, mengikuti ritme kebahagiaan yang bersorak disekitar, diikuti oleh Mingyu, Junhoe, Donghyuk dan Seokmin. Ke-enam lelaki itu saling berangkulan dan menebar pesona ke setiap sudut lapangan yang dihadiri oleh para penggemar setia anak Hits SG. Seolah-olah mereka baru saja memenangkan kejuaraan tingkat internasional setara NBA. Hari ini, pertandingan basket antar komplotan Hits SG dengan ekskul basket sudah mendapatkan jawaranya.

“Kak Junhoe! Ini minum buat kakak. Selamat yaa!!” Sahut seorang gadis, menghampiri ke-enam lelaki yang kelelahan itu di sisi lapangan sembari membawa botol air minum dingin. Sesi tebar pesona baru saja selesai, kawan-kawan.

Junhoe melempar senyum manis pada si gadis seraya menerima botol air minum itu dari tangannya, “Makasih,” kata Junhoe ramah.

Gadis itu hanya tersenyum tersipu, lalu mengangguk pelan.

“Junhoe doang yang dibeliin, nih? Kita enggak?” racau Jungkook.

“Eh, i-itu, Kak… Anu, temen aku nanti beliin kok, hehehe….”

Jungkook terkikik geli, kemudian ia menggeleng, tanda bahwa lelaki itu hanya bercanda dan tidak bermaksud berharap akan dibelikan walaupun takkan menolak jika diberi. Yah, sedang lelah dan panas begini setelah berkeringat banyak, diberi minum gratis, siapa yang tidak mau?

“Eh, Hyuk, beli minum dong sana! Aus nih tenggorokan gue.” Pinta Seokmin sekenanya.

Donghyuk yang mendengar namanya dipanggil, langsung sewot. “Dasar goblok si Seokmin, udah tau gue sama capenya, seenak jidat aja lo nyuruh. Emang lo siapa? Emak gue?” Maki lelaki itu, langsung membuat tawa menggema diantara ke-limanya. Memang, lelaki bermarga Kim ini terkenal sebagai pentolan SG paling ajib dan songong tiada tara. Entah dari sikap sampai tata bahasa yang keluar dari mulutnya, pasti saja selalu disertai caci maki pedas yang lebih hot daripada mie samyang sekalipun.

“Ayolah, Hyuk, sekali doang…” Seokmin memohon.

“Ogah ah, lo aja beli sendiri!”

“Najis emang si Donghyuk, awas lu gausah minjem-minjem xbox lagi ke rumah gue!” sungut Seokmin keki.

Mendengar xbox kecintaannya itu Seokmin larang mainkan lagi, Donghyuk segera menampik dan berdiri, “Yaudah, mana duitnya?!”

“Lo traktir.” Ujar Seokmin.

“Bangsat….”

“Gue ikut, gue aja yang bayarin!” selah Jungkook, ikut berdiri dan merangkul Donghyuk menjauh dari ke-empat anak-anak itu.

“Wah, Kook, lo emang terbaik! Semoga makin ganteng lu!” puji Seokmin, bersahutan dengan Yugyeom, Mingyu dan Junhoe setelah Jungkook melenggang pergi bersama Donghyuk. Tak menampik sedikitpun perkataan ke-empatnya.

Jungkook berjalan menuju arah kantin dengan santai sambil masih merangkul Donghyuk. Sepanjang perjalanannya, banyak pasang mata yang menatap penuh kagum. Oh, tentu saja. Jeon Jungkook dan Kim Donghyuk selalu jadi pusat perhatian manik-manik itu. Entah benar-benar kagum, atau kesal yang tak beralasan. Maklumi saja, terkadang kelakuan anak Hits itu tidak selamanya baik untuk ditiru.

“Eh-eh, Hyuk!” sahut Jungkook langsung menghentikan tungkai kakinya, mendadak membuat Donghyuk ikut mengerem juga.

“Apaan sih anj—?!” rutuk lelaki itu sewot. Sepertinya, tiada hari tidak sewot bagi Kim Donghyuk.

“Liat deh…,” kata Jungkook sambil menunjuk salah satu meja kantin di pojok. “Cewek itu, ceweknya si Mingyu bukan?”

Donghyuk mengangguk spontan saat mata jelinya langsung menemukan sosok Kang Mina sedang duduk di pojok kantin dekat lapangan basket bersama seseorang. Melihat respon Donghyuk, Jungkook melanjutkan lagi.

“Cewek sebelahnya lagi, Hyuk! Gue baru liat dia.”

“Terus urusannya sama gue apa?”

“Dasar bego!” umpat Jungkook sambil memukul batok kepala Donghyuk, yang refleks membuat si pemilik meringis kesakitan sambil mencaci, “Sakit tolol!” balas Donghyuk.

“Pintain gih ID Line-nya!”

“Ogah ah, ntar dia ge-er terus nyangka gue yang ngeceng lagi. Bukan selera gue. Cantik aja enggak.”

Pletak!

Lagi. Jungkook menoyor kepala Donghyuk sekehendak hati, “Pedes bener ya omongan lu kek sepupu gue! Dia cantik anj—, ada manis-manisnya gitu kalau senyum. Nah…, tuh-tuh! Dia nyengir-nyengir gitu! Duh, rapuh hati abang, neng…,”

“Alay lo, Kook. Najis. Jijik gue.”

“Ah elah, lu ngomong gitu kek nggak pernah aja, Nyet! Udah sana cepet pintain ID Line-nya—eh, tanya namanya aja dulu deh. ID Line mah belakangan, cetek!”

“Okelah, lo beli minum gih. Gue pintain nama cewek itu.”

Jungkook langsung menyengir memperlihatkan rentetan gigi kelincinya pada Donghyuk, merasa berterimakasih sekaligus takjub akan konfirmasi yang langsung diterima oleh lelaki itu. Padahal biasanya, perlu taktik khusus demi merayu Donghyuk agar mau melakukan sesuatu. Dan kali ini, lelaki itu langsung saja setuju. Benar-benar luar biasa.

“Nah, gini dong! Saik ‘kan Kim Donghyuk gue! Yodah, gue cabut beli minum, pokonya lo harus dapet! Gak. Mau. Ta. U!” ujar Jungkook seraya menepuk bahu temannya, memberi penekanan dikata terakhirnya dan langsung meluncur ke arah bangunan bercat putih-biru, membeli minum.

Begitupun Donghyuk yang segera melakukan aksinya—mendapatkan nama gadis itu dan secepatnya pergi dari sana sebelum orang-orang mengira dirinya menikung Mingyu. Bisa fatal nan bahaya kalau sampai gosip murahan itu tersebar. Secara Mingyu terkenal dengan bogemannya yang afdol dalam satu kali coba, tentunya Donghyuk juga masih sayang nyawa daripada mengejar Mina.

“Min, cewek di sebelah lo namanya siapa?” tanya Donghyuk langsung to the point. Tak ingin membuang waktu karena situasinya tidak memungkinkan untuk basa-basi. Apalagi hanya demi mendapatkan satu nama saja, bisa gila Donghyuk kalau begitu.

Gadis yang Donghyuk tanyai barusan mendelik sebal, ia memutarkan biji matanya seraya menjawab, “Sopan kek ih, halo atau apalah!”

Lah ini cewek malah nyolot, batin Donghyuk. Lelaki berperawakan tinggi itu kemudian menghela nafasnya, sabar. “Iya, halo Mina, cewek di sebelah lo namanya siapa?”

“Tanya sendiri lah!”

Anj— sumpah ya ini cewek kalau aja bukan doinya si Mingyu udah gue cipok dah, gemesin minta ditelanjangin, batinnya lagi.

Sekali lagi Kim Donghyuk menarik nafasnya dengan pelan nan menghembuskannya penuh nafsu, ia mencoba tersenyum semanis mungkin pada gadis yang hendak jadi mangsa baru Jungkook. “Halo, nama kamu siapa?” ujar Donghyuk benar-benar halus.

Si gadis yang ditanyai hanya menundukkan kepala sambil menutupi sebagian wajahnya dengan rambut. Membuat Donghyuk ngenes setengah mampus. Yaelah jawab apa susahnya sih? Ampun dah si Kelinci bener-bener ngerjain gue.

“Jangan sok cantik gitu deh, cuman nanya nama doang juga.” Celetuk Donghyuk, tak sengaja mengeluarkan sifat paling menyebalkannya di sana, berkata pedas tak tahu tempat, tak tahu situasi.

Sontak, si gadis langsung mengernyitkan dahinya, antara terkejut dan tersinggung karena ucapan lelaki tak tahu sopan santun di depannya ini. Sadar akan perkataannya barusan bisa membuyarkan rencana, segera saja Donghyuk mengalihkan pembicaraan, menjelaskan maksud dan tujuannya kemari, “Bukan gue tuh yang nanya, noh si Jungkook yang minta!” jujur Donghyuk.

Sementara itu ucapan Donghyuk beberapa detik lalu sukses membuat Jungkook—yang sedang berdiri sedikit agak jauh dari tempat kejadian perkara—ingin menoyor kepala lelaki itu untuk ketiga kalinya. Bodoh. Kim Donghyuk bodoh. Kenapa harus membocorkan identitasnya, sih?!

“Namanya Kim Yerim, udah sana lo ganggu aja, Hyuk!” balas Kang Mina jengah seraya mengusir.

Donghyuk merasa tidak terima, harga dirinya seperti baru saja dipermalukan oleh kedua orang gadis hanya gara-gara ini, dengan sigap, lelaki itu membalas, “Mentang-mentang udah jadian sama Mingyu, songong lu Min!”

Kang Mina terlihat mulai murka, gadis bermata sipit itu kembali memutar manik matanya seraya menghela nafas, “Apaan sih lo, Kak?! Udah sana balik!”

Mina masih keukeuh mengusir Donghyuk dari meja. Dengan terpaksa, lelaki itu akhirnya mengalah dan langsung pergi dari tempat. Benar-benar tanpa mengucapkan terimakasih atau basa-basi apapun lagi. Misinya selesai sudah, mendapatkan nama gadis di sebelah Mina dan segera kembali.

Sementara itu, Jeon Jungkook menggertakkan giginya sambil menunggu Donghyuk melewati tempatnya berpijak. Ada rasa kesal sekaligus senang yang tidak bisa dijelaskan oleh lelaki bergigi kelinci ini. Pasalnya, pembocoran identitasnya oleh Kim Donghyuk hampir-hampir membuatnya ingin menggigit pot sekolah.

“Donghyuk!” panggil Jungkook, yang langsung membuat si empu nama menoleh dan menghampiri. “Lo kenapa harus bocorin identitas gue, tolol?!” semprot Jungkook tak segan-segan.

“Ye anj—, bukannya makasih udah dibantuin malah marah-marah,” racau Donghyuk.

“Anj—!” umpat Jungkook, lelaki itu tak ayal berhenti bertikah dan mengumpat, dari mulai berkacak pinggang hingga mengacak-acak rambutnya, membuat Donghyuk risih sendiri dengan kelakuan frustasi versi Jeon Jungkook.

“Yaudah sih sorry, gue nggak sengaja, abis ngeselin sih itu cewek.” Jujur Donghyuk, mengakui kesalahannya yang lumayan fatal. Oh, tentu saja fatal. Lagipula, Donghyuk sendiri tahu betul jejak perjalanan cinta miris milik Jeon Jungkook. Karena percayalah, setampan dan sehits apapun Jungkook, ia hanya punya satu mantan, itupun saat ia masih SMP. Yang naksir lelaki bergigi kelinci itu memang lumayan banyak, tapi dari sekian banyaknya itu, tak ada satupun yang pernah menarik perhatiannya. Ralat. Ada beberapa sih diantaranya korban PHP Jungkook, seperti Eunha kelas 12-4 dan Solbin kelas 12-1.

Lantas, alasan apa yang membuat Donghyuk mau membantu Jungkook untuk mendapatkan hati Kim Yerim? Simpel, sahabat mana yang tidak ingin melihat sohibnya bahagia? Yah, minimal, agar Jungkook bisa mandiri dan lepas dari Yugyeom. Ah Ya Tuhan, kalau harus Donghyuk ceritakan secara detil bagaimana manjanya seorang Jeon Jungkook pada Kim Yugyeom, membuat lelaki jangkung itu ingin mengumpat segala bahasa. Benar-benar menjijikan. Pokoknya, Donghyuk ingin muntah darah di depan lelaki bermarga Jeon itu setiap kali sifat kemanjaannya keluar!

“Yaudah, jadi namanya siapa?” tanya Jungkook akhirnya, penasaran juga dengan hasil berburu Kim Donghyuk.

“Kim Yerim.”

“Hmm…,” gumam Jungkook. “Namanya pasaran tapi gapapa deh, asal mukanya nggak pasaran. Thank you, bro!” Jungkook kemudian berlari meninggalkan Donghyuk sambil memberi lelaki itu kantung kresek putih berisi enam botol air minum. Membuat Donghyuk langsung ingin mencaci maki Jungkook untuk keseribu kalinya. Bangke, ngerjain beneran emang ini bocah, batinnya.

Jeon Jungkook berlari secepat kilat menuju ruang broadcasting sebelah ruang guru di lantai dua. Ia segera masuk bahkan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, membuat Chaeyeon dan Eunwoo—yang memang sedang kebagian jadwal siaran—terkejut.

Sorry,” sahut Jungkook ketika melihat ekspresi kekejutan kedua temannya.

Eunwoo menatap lurus Jungkook, sementara Chaeyeon hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mencoba untuk memaklumi. Eunwoo berdeham, kemudian ia angkat bicara, “Mau apa lo?”

“Nebeng pengumuman dong,” jawab Jungkook seraya menarik mic yang tersambung langsung dengan speaker seluruh sekolah.

“Eh-eh! Udah izin Bu Jihyun belom?!” sergah Eunwoo merebut kembali mic-nya.

Jungkook mengangguk saja, tak peduli pada serangkaian prosedur sialan yang mengganggu lajur kisah cintanya. Persetan baginya dengan prosedur Bu Jihyun, ini demi mengejar si imut Kim Yerim.

Jeon Jungkook kemudian segera menyalakan tombol on yang berarti siaran on-air tengah berlangsung, menarik nafas penuh, berdeham dan…

“HALLO KIM YERIM! KAMU CANTIK!”

Cklek!

Jungkook buru-buru mematikan tombol on-air dan menghela nafas lega. Sementara Chaeyeon dan Eunwoo melongo melihat sekaligus mendengar apa yang barusan dilakukan oleh salah satu pentolan SMA SG ini.

“Lu…, gila, Kook?” tanya Chaeyeon setengah bergetar.

Bukannya melarang, masalahnya, pengumuman yang barusan Jungkook kumandangkan itu terdengar hampir ke seluruh penjuru sekolah. Dari mulai kamar mandi, ruang kelas, ruang guru sampai ruang kepala sekolah. Bisa berabe kalau sampai-sampai guru apalagi kepala sekolah mendengar itu semua, mampuslah Chaeyeon dan Eunwoo yang bertugas siaran hari ini membiarkan si Kelinci Gila masuk ke dalam ruangan broadcasting.

 

 

ㅇㅇㅇ

 

 

“Ancur harga diri gue, ancur!” gumam Yerim seraya menelungkupkan dirinya di atas meja, sesekali memukul-mukulkan sendiri kepalanya ke sana.

Kim Yerim malu setengah mati, siapa sih yang sudah berani mempermalukan dirinya dengan cara norak seperti barusan?! Sumpah demi lesung pipit Namjoon! Yerim ingin bunuh diri saja saat seseorang meneriakkan keras-keras namanya via speaker sekolah.

Oh ayolah! Semua pasang mata langsung terheran-heran dan beberapa diantaranya yang mengenal Yerim seketika mengarahkan iris mereka pada gadis imut berambut hitam-kecokelatan itu. Mina saja mendadak ikut malu karena ia duduk tepat bersama seseorang yang baru saja disebut via speaker.

Ini pasti ulah Jungkook-Jungkook itu! Pasti!

“Aduh, Yer…,” bisik Mina tak karuan. Gadis itu sebenarnya ingin membawa kabur Yerim sedari tadi, tapi situasi benar-benar tidak mendukung mereka. Walaupun kejadiannya sudah terlewati beberapa menit yang lalu, tetap saja beberapa pasang mata masih mengarah pada keduanya. Membuat suasana ter-awkward seumur hidup Kang Mina dan Kim Yerim.

“Gue malu banget, Tuhan…,” keluh Yerim.

“Yerim,” bisik seseorang, tepat di samping telinganya.

This voice…, look like a…, guy?

Yerim mengangkat kepalanya, tak ada siapa-siapa di depannya selain Mina yang netranya mengarah tepat ke belakang gadis itu duduk. Yerim kemudian ikut menolehkan kepala seraya menelan saliva.

Sesosok laki-laki tinggi, berpotongan rambut undercut yang sudah lama tidak dipotong, berwarna cokelat, tersenyum sambil memamerkan giginya yang seperti kelinci.

“Si-siapa?” tanya Yerim takut. Yerim tidak sedang bercanda, dia memang tidak mengenal lelaki yang sedang menyengir di belakangnya ini.

Lelaki itu kemudian mengadukan kedua alisnya, membuat kening yang tertutupi rambut itu mengeriting dengan sendirinya. Ia duduk di samping Yerim, mengangkat tangan kanannya sebagai perkenalan dan tersenyum lagi, “Jeon Jungkook. Salam kenal, Yerim.”

Yerim terdiam beberapa saat seraya menatap tangan Jungkook yang mengambang di udara, meminta untuk dijabat. Dalam hati gadis itu, ia terkejut setengah mati. Oh, ini yang namanya Jungkook? Ini yang sudah mempermalukan harga dirinya depan semua orang di sekolah? Ini yang katanya anak Hits SG ganteng itu? Oh.

“Jadi elo?” tanya Yerim sinis sambil berdiri. “Jadi elo yang bikin gue malu sampe diliatin hampir sama seluruh orang yang ada di sini? Lo-lo ngapain sih, hah?!” sahut Yerim langsung meninggi. Ia emosi. Tentu saja. Siapa yang suka dipermalukan seperti barusan? Romantis tidak, udik iya!

“Kok marah sih? Kamu nggak suka ya?” tanya Jungkook malah menantang, ia ikut-ikutan mengangkat tubuhnya dengan tenang.

“Jelas nggak sukalah, Bego! Ngeselin banget sih lu jadi orang! Norak!” maki Yerim tak segan-segan.

Wah.

Jungkook kagum. Lelaki itu benar-benar menyukai cara Yerim membentaknya. Gadis ini benar-benar beda. Kim Yerim, menarik, antik, harus dimuseumkan! Begitu pikir Jungkook.

“Oh, kamu nganggep aku norak ya, Yer? Maaf deh kalau gitu.” Kata Jungkook, ia bahkan mengangkat tangannya lagi untuk meminta maaf sekalipun barusan jabatannya tidak digubris Yerim sedikitpun.

“Maaf? Maaf lo bilang?” ujar Yerim semakin keki. “Lo udah malu-maluin gue kayak gini dan dengan gampangnya lo minta maaf?!”

“Terus mau kamu apa? Aku cium kamu langsung di sini?”

Sial. Ini cowok urat malunya dimana sih?! Batin Yerim.

“Nah, diem ‘kan? Beneran mau aku cium, nih?”

“Lo berani pegang gue, tangan lo gue patahin!” ancam Yerim.

“Wow, nyantai sis!” sahut Jungkook seraya mengangkat kedua tangannya di antara kepala, seperti seorang maling yang ketahuan mencuri oleh polisi. “Aku nggak akan berani pegang-pegang sebelum official.”

Yerim diam sejenak. Ia menutup kedua kelopak matanya sambil menghela nafas dan menepuk-nepuk pipinya. Gadis itu sedang mencoba untuk menahan emosi yang lebih besar lagi. Sudah cukup ia memarahi Jeon Jungkook di kantin, sudah cukup orang-orang melihatnya membentak lelaki itu, tidak boleh ada lagi sesi selanjutnya! Bisa fatal Jeon Jungkook kena chidori Yerim.

“JEON JUNGKOOK!” teriak seseorang dari samping mereka berdebat. Kang Mina yang sedari tadi diam saja mendadak terkejut melihat kedatangan gurunya ke kantin sambil berkacak pinggang. Meneriaki lelaki di depannya seperti baru saja ketahuan mencuri uang di dompet ibunya, begitupun dengan Yerim tak kalah terkejutnya itu hanya mampu diam saja di tempat, tak berani berkutik.

“SINI KAMU!” bentaknya lagi. Kali ini, wanita paruh baya yang masih saja terlihat cantik diusia empatpuluh tiga itu menarik telinga Jungkook. Membuat lelaki itu meringis kesakitan, “Aduh! Aduh! I-Ibu, sakit, Bu!” kernyih Jungkook.

“Sejak kapan Ibu ngasih izin kamu buat broadcast hal-hal nggak penting kayak barusan, hah?!”

“Aduh, iya, Bu. Maaf, udah dong, Bu. Sakit ini aduh…, malu lagi depan ayang, Bu.” Ringis Jungkook lagi.

“Ayang-ayang, kepala kamu peyang, nak! Kamu pikir speaker sekolah dipake buat nyatain perasaan? Nggak romantis banget kamu!”

“Lah, Ibu kok malah nyalahin saya? Suka-suka Kuki dong, Bu!”

“Kok kamu bandel bener dikasih tau?! Ke ruangan Ibu sekarang!” titahnya seraya menarik telinga Jungkook sedikit menjauh dari meja tempat Yerim dan Mina barusan duduki.

“Aw-aw-aduh, Ibu. Iya tunggu bentar mau ngasihin ini dulu!”

Jungkook kemudian cepat-cepat merogoh saku celana seragamnya. Sebuah kertas yang dilipat rapih ia serahkan pada Kim Yerim. “Ambil, Yer!” pintanya.

Yerim gelagapan. Gadis itu segera menerima kertas yang Jungkook berikan padanya dengan cepat. Dan seketika itu pula Jungkook langsung diseret oleh Jihyun ke ruangannya. Tak peduli beberapa pasang mata kembali menatap heran orang-orang yang membuat kantin heboh.

Kim Yerim langsung menjatuhkan dirinya di atas kursi. Ia memegang dadanya yang tiba-tiba merasa gemetar karena takut. Apalagi bentakan Ibu Jihyun termasuk salah satu vokal yang melebihi paduan suara soprano. Tangan gadis itu langsung berkeringat dingin, ia bahkan masih memegang erat kertas yang Jungkook berikan padanya.

“Buka dong, Yer…,” pinta Mina pelan seperti berbisik. Gadis itu akhirnya mau angkat bicara setelah beberapa menit yang lalu terdiam.

Orang-orang di area kantin pun masih menatap Yerim dengan penuh tatapan penasaran. Ingin tahu, apa isi kertas itu.

Dengan pelan, Yerim membuka kertas yang Jungkook berikan, menyimpannya di atas meja dan membiarkan Mina mengetahui isinya. Di sana tertulis;

Dear Yerim,

Kuki tuh baru liat Yerim akhir-akhir ini. Jujur, Kuki suka pas liat Yerim pertama kali. Cinta Yerim berasa langsung nyangkut di kumis tipis Kuki. Tapi tenang aja, Kuki nggak bakal ngingusin kamu kok, jadi cinta Yerim bakal tetep nempel di kumis Kuki, dan Yerim juga bukan ingus yang harus dikeluarin. Maaf ya, Kuki tidak sempurna. Ohiya, buat kenang-kenangan, di bawah ini ada seutas rambut kecil ditempel dengan selotip cinta. Itu kumis Kuki yang keramat. Jangan dibuang. Kuki sampe pengen nangis nyabutnya.

Love, Kuki.

 

Astaga, Jeon Jungkook…

 

 

Kebayang gak sih si Kuki punya kumis tipis? Aigu wkwk.
Gue pengen ketawa ngebayanginnya.
Jadi inget anak hits SMA jaman sekarang
kalau tanpa kumis tipis itu rasanya
BELUM GANTENG wkwk.

Happy weekend!

Swagger, Arr~

Advertisements

Mind to Review?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s