[ONESHOT] Neko ― ARRYLEA’s VERHAAL

e9e6315932813b9829f5046ad31860fc

A fan fiction with,
AU!, Romance sense, some Fluff and little bit of Comedy
Staring by Kim Taehyung’s of BTS Bae Joohyun’s of Red Velvet
Author’s Point of View.
G for rating

DISCLAIMER

Cerita fan fiksi ini murni milik saya yang kebetulan sedang lancar berimajinasi. Kim Taehyung dan Bae Joohyun miliknya sendiri, disini saya hanya meminjam namanya. Ini hanyalah sebuah fan fiksi, bukan untuk laba fan work. Jika ada kesamaan nama, cerita, waktu dan tempat harap maklum karena faktor ketidak sengajaan. Segala upaya penjiplakan harap dipikir dua kali karena ide tidak muncul sembarang dan semudah copy-paste. Terimakasih.

2016© ARRYLEA’s Presents All Rights Reserved ―
Has been published too at WATTPAD

SUMMARY

Cuman gara-gara kucing loh ya! KUCING!

⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛ Selamat Membaca! ⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛

o

neko
ARRYLEA’S

o

“Tae…,”

“Tae cepetan ih…,”

“Tae ini berat tau…,”

“Astaga Tae kamu ngapain sih?!”

Joohyun menyerah, ia mulai habis kesabaran, sudah menit ke-tigapuluh sejak Kim Taehyung terlihat anteng menapakkan kakinya di depan stasiun. Entah apa yang sedang lelaki idiot itu lakukan sambil berjongkok seperti pengemis minta makan.

Cukup.

Joohyun hampir muak dan kesal menunggu lelaki ber-marga Kim itu sekarang. Ia lelah, ingin segera sampai ke rumah dan menjatuhkan diri di atas kasur empuk yang sudah menunggu di rumah. Perjalanannya dari Daegu setelah hari pernikahan mereka digelar satu minggu yang lalu membuat Joohyun ingin segera kembali menyentuh suasana padat merayap Seoul. Maklumi saja niat keduanya kembali ke kampung halaman hanya sekedar melepas rutinitas yang mengikat dan sekaligus—ehm—ber-honeymoon.

Ayolah! Itu tidak salah ‘kan? Mereka baru menikah, hal itu lazim dilakukan, benar?

Kendati hubungan mereka sempat ditolak karena umur Joohyun yang terlampau jauh dengan Taehyung, membuat keluarga kedua pihak meragukan lajurnya pernikahan mereka. Rasanya melihat sifat Taehyung sekarang yang masih terlihat kekanak-kanakkan pun, menjadi salah satu alasan keluarga Bae kurang yakin jika lelaki itu bisa memimpin bahtera rumah tangga yang tentu saja tidak mudah.

Dan keyakinan itu pun Joohyun akui sekarang. Kim Taehyung, sedang berjongkok di depan stasiun, dan bermain dengan kucing putih di dalam kardus.

Astaga naga!

Seharusnya Joohyun tidak perlu merasa heran, ia sudah belajar memaklumi sifat anti-mainstream suaminya dari awal mereka berkencan setahun lalu. Lantas, kenapa Bae Joohyun seolah tidak terima kalau Taehyung tetaplah Taehyung. Tidak akan berubah walaupun statusnya kini sudah bukan seorang lajang lagi.

“Lucu ya, Yang,” ujar Taehyung, tangannya sibuk bermain dengan bulu-bulu putih nan lebat milik si kucing.

Iya sih, lucu, apalagi yang megangnya, tapi…,

“Tae, please, kamu lebih milih kucing lucu itu daripada aku yang udah bawa-bawa koper sama tas kita daritadi? Gak kasian? Ini berat loh apalagi cucian kamu.”

Taehyung membalikkan badan dan kepalanya sekaligus, membuat wajah blank kebiasaannya dan menepuk jidat seraya bergumam, “Ya ampun, Sayang! Aku lupa! Simpen dulu aja di sini.” Tangan Taehyung menepuk-nepuk marmer putih stasiun yang nampak mengkilat. Kemudian menarik koper yang Joohyun bawa berada tak jauh darinya, menyimpannya sesuai dengan instruksinya sendiri.

Joohyun mendengus sambil menggaruk keningnya yang mulus. Antara bersabar dan bingung harus menghadapi suaminya seperti apa. Harap-harap ke depannya Kim Taehyung dapat berubah seiring berjalannya waktu. Minimal, mengurangi membuang-buang waktu berharga seperti sekarang yang seharusnya bisa dimanfaatkan dengan sangat baik untuk istirahat, mengingat mereka baru saja melewati perjalanan panjang dan juga malam yang panjang.

Coba saja kalau suaminya ini Min Yoongi—pacar sahabatnya, Son Seungwan—pasti lebih memilih pulang dan tidur daripada diam di depan stasiun, berjongkok, dan bermain kucing.

“Yang, sini deh!” panggil Taehyung tersadar bahwa Joohyun masih saja berdiri di belakangnya, enggan ikut berjongkok untuk memperhatikan kucing manis di depan lelaki itu.

“Yang,”

Bae,”

“Woy, Yang!”

Astaga, Taehyung, tak bisakah kau sedikit lebih lembut pada istrimu sendiri?

“Apa?” Joohyun menyahut singkat.

“Sini liat neko-nya lucu banget tauuuuuu.”

Joohyun menaikkan alis. Berpindah posisi untuk ikut berjongkok bersama Taehyung. Tepat di depan lelaki itu, “Neko?” tanya gadis itu.

Taehyung mengangguk semangat, “Iya, neko.”

“Namanya?”

“Boleh juga tuh namanya Neko,”

Joohyun mengulum bibir. Dia salah bertanya.

Neko itu kucing, bahasa Jepang. Tapi namanya lucu ya kalau Neko. Okey, namanya Neko!” Racau Taehyung lagi. Tak menghiraukan Joohyun yang kebingungan.

“Aku mau melihara Neko ya, Yang.” Pinta Taehyung, menatap wajah Joohyun memelas. Membuat gadis itu salah tingkah dan mengalihkan pandangan. Kebiasaannya ketika ditatap Taehyung.

Memang tak ada yang salah dengan tatapan Kim Taehyung, namun lelaki itu tidak pernah sadar bahwa tatapannya selalu mampu membuat kaum hawa mati di tempat. Seperti Joohyun sekarang ini.

“Boleh ya, Yang? Please, kasian tuh sendirian gini di sini. Pasti dia ada yang buang.” Taehyung melengkungkan bibirnya, membuat ekspresi cemberut dan sedih jadi satu. Makin-makin membuat Joohyun gemas ingin mencium bibir plum Taehyung seperti semalam.

“Nggak.” Kata Joohyun tegas. Enak saja, pikirnya. Makan untuk berdua saja masih belum jelas kadang darimana asal usulnya, ditambah satu nyawa lagi, apa kabar kalau Joohyun hamil nanti?

“Yang ih kok—”

“Nggak. Aku bilang nggak ya enggak!”

“Yang tapi—”

“Aku nggak sanggup ngerawatnya, Tae.”

“Aku yang rawat, kok! Kamu nggak usah repot-repot kalau emang gamau.”

“Tapi tetep aja ‘kan kalau kamu kerja nanti kucingnya di rumah, nggak mungkin kamu bawa ke studio! Yoongi bisa marah ntar, terus kamu dipecat, nanti kita makan sama apa?”

Taehyung bersidekap, kini gilirannya mendengus sebal, “Bang Yoongi juga demen kucing kok.”

“Demen kucing apanya? Kucing kotor gini dia mana mau, emangnya Holly?”

“Kenapa sih kita jadi debat gini gara-gara kucing doang?” tegur Taehyung, serius.

Well, no one can denies Kim Taehyung when he changes to serious mode. Joohyun swear.

Joohyun memalingkan biji matanya, kesal, “Kamu duluan yang mulai pake acara pengen melihara kucing segala, Tae.” Ujar gadis itu berbisik.

“Yaudah, aku nggak maksa kalau kamu emang gamau, Bae.

“Yaudah bagus.”

Taehyung lagi-lagi mendengus, “Ih ngeselin kamu mah, Yang.”

Mendengar tutur kata Taehyung, Joohyun langsung menggaruk kepalanya seraya menutupi wajah, ia kesal setengah mati. “Kamu maunya apa sih, Tae? Capek tau nggak? Aku mau pulang, mau makan, mau bobo…,”

“Mau aku cium nggak?”

Joohyun mematung sesaat, hampir-hampir pipinya semerah tomat. “Apasih tiba-tiba.”

“Masih aja malu-malu, udah suami-istri juga.” Ledek Taehyung, menyikut bahu Joohyun.

“Ih! Jangan pegang-pegang. Aku lagi marah!” protes gadis itu.

Taehyung terkekeh, “Ampun deh, Yang. Marah kok bilang-bilang. Marah kenapa sih? Aku udah nurut nih Neko-nya nggak dipelihara. Aku juga tau kamu mikir ke depannya gimana kalau ada little Taehyung di antara kita nanti, pasti bakal lebih repot.”

Taehyung astaga. Inilah alasan kenapa Joohyun bisa jatuh hati padamu, Nak. Tampan, pintar gombal, kadang romantis, meskipun 90% sisanya adalah keidiotan.

Bae Joohyun hanya menepuk-nepuk pipinya yang sudah mulai memanas, ini belum seberapa dibandingkan jurus gombal maut Kim Taehyung setiap malam di atas ranjang. Mengigiti pelan telinga Joohyun seraya berkata; “Joohyun, you’re mine and I’m yours. Memohonlah!”

Dan ketika Joohyun tak kuasa menjawabnya, gadis itu akan berbisik; “I want you, Kim Taehyung…, please.”

Blam!

Bulan pun tertusuk ilalang sesaat itu juga. Memberikan cinta demi cinta yang tulus dari Kim Taehyung untuk Bae kesayangannya.

“Yang? Kenapa? Sakit gigi?”

Joohyun berhenti menepuk-nepuk pipinya, ia kembali memasang wajah sebal. Kenapa Kim Taehyung tak bisa saja bersikap konsisten disatu kejadian?!

“Bete ih, hayuk pulang ah!” Joohyun berdiri, hendak menarik koper di samping Taehyung.

Namun tangannya tertahan. Kim Taehyung menahan lengannya, membuat Joohyun berhenti dan menatap lelaki itu, “Fotoin dulu, buat kenang-kenangan, hehehe.”

Astaga, Taehyung.

Joohyun mendelikkan biji matanya, kemudian melepas paksa pergelangannya yang dicekal. Menadahkan diri, meminta ponsel Taehyung. “Mana hapenya?”

Taehyung menyengir, memperlihatkan gigi-giginya yang rapi dan putih. Membuat mulutnya menjadi kotak. Ia cepat-cepat merogoh saku jaketnya dan memberikan apa yang Joohyun mau.

Kemudian Kim Taehyung mengangkat box berisi kucing putih tersebut, membuat pose seolah-olah sedang memeluk box-nya.

Uh, Taehyung, kenapa kau terlihat sangat manis kalau seperti ini….

“Udah?” tanya Taehyung.

Joohyun yang semula mengagumi betapa menggemaskan suaminya ini segera merubah air mukanya, mengangguk datar dan mengembalikan ponsel lelaki itu.

Taehyung tersenyum girang sambil menerima ponselnya. Memasukkannya kembali ke dalam saku jaket tanpa melirik hasil foto-nya. Ia yakin, istri cantiknya ini tidak mungkin men-troll dirinya seperti Park Jimin.

Box berisi kucing itu Taehyung kembalikan ke asalnya. Raut wajahnya terlihat tidak tega meninggalkan kucing selucu ini di stasiun yang penuh dengan lalu lalang orang. Masih untung jika ada orang yang benar-benar mau merawatnya, coba kalau tidak? Bagaimana kucing ini bisa bertahan hidup?

“Neko, jaga diri baik-baik. Aku pulang dulu, semoga ada yang mungut kamu yaaa…,” racau Taehyung manja.

Diam-diam Joohyun berdecak, gadis itu terkekeh mendengar penjelasan Taehyung yang seperti bocah mengucapkan selamat tinggal pada benda kesayangannya. Jauh dilubuk hatinya, bersyukur memiliki suami sehumoris Taehyung, setidaknya jika suatu saat nanti mereka sudah tua dan tak ada lagi yang bisa mereka lakukan selain berbicara random, gadis itu yakin, ia akan bahagia walau hanya itu saja yang bisa keduanya lakukan.

Cup!~

Joohyun hampir-hampir jantungan, pipinya kembali memerah semerah tomat matang, perutnya mulai terasa kupu-kupu berterbangan. Berharap waktu berhenti beberapa detik saja.

Geez! Taehyung, what the fuck are you doing?!

“Tae!” pekik Joohyun.

Taehyung tak menampik, ia hanya tersenyum seraya menampakkan gigi putih yang rapi itu hingga mulutnya terlihat kotak. Berlari meninggalkan Joohyun yang membeku di depan stasiun sambil membawa koper dan tas mereka.

Curi-curi kesempatan di saat Joohyun sedang melamun memperhatikannya. Dalam hati Taehyung, ia berkata; “Suruh siapa sih bengong sambil senyum-senyum gitu liatin gue. Udah tau gue lemah liat senyuman elo, Bae. Tunggu aja nanti di rumah, gue masih kesel karena gabisa bawa Neko!

 

FIN

Tbh, gue itu gak suka kucing.
Phobia kucing sih.
Tapi gegara nemu foto Abang gue,
jadi aja kepikiran buat
bikin fluff-story kek gini.
Hahahaha.
No edit. 1 jam ngerjainnya lol.
Maafin jelek.
Maaf bapuk juga.
Semoga kuat bacanya wks.
Happy Saturday!

Advertisements

Mind to Review?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s